Rabu, 24 April 2019

Mengenal Berbagai Karakter Kucing


Mengenal Berbagai Karakter Kucing - Naluri dasar seekor kucing, bahkan kucing non lokal sekalipun, adalah nomaden. Artinya adalah kucing bukanlah hewan yang senang menetap di satu tempat. Hal ini berbeda dengan beberapa jenis burung misalnya, yang membuat sarang kemudian menetap.

Benar, kucing memang tidak pernah membuat sarang secara khusus kemudian menetap. Yang digunakan oleh mereka lebih berupa zona kekuasaan atau wilayah. Dan itupun sering kali tidak jelas atau tidak tetap batas-batasnya.

Naluri dasar ini akan terpelihara seutuhnya pada kucing-kucing liar. Adapun pada kucing-kucing yang dipelihara, naluri tersebut tentu terkikis. Seberapa besar terkikisnya adalah tergantung bagaimana cara si kucing dipelihara. Namun naluri dasar itu tidak akan hilang 100%.

Seekor kucing yang sedemikian dimanja, naluri dasarnya akan banyak terkikis tapi tidak akan habis sama-sekali. Dalam keadaan tertentu, naluri dasar yang tersisa sedikit itu, bisa muncul dalam bentuk aksi. Misalnya tiba-tiba saja si kucing kabur dari rumah pemeliharanya.

Keterikatan kucing pada pemiliknya lebih dominan karena makanan. Adapun keterikatan secara emosional sangat rendah karena kucing sesungguhnya bukan hewan yang setia. Ketika seekor kucing tidak lagi menemukan makanan yang cukup dari majikannya, ia siap kabur kapan saja. Karakter kucing seperti ini sebenarnya alami.

Dalam beberapa kasus, seekor kucing bahkan bisa meninggalkan pemiliknya meskipun ia sangat dimanja, cukup makanan, dan diberi tempat yang aman serta nyaman. Penyebabnya adalah karena desakan naluri nomaden tadi. Sebagian kucing ada yang kembali kepada pemiliknya setelah sekian waktu dan tidak sedikit pula yang tidak kembali. Karakter kucing seperti ini bahkan bisa terjadi pada kucing yang nampak penurut.

Kisah-kisah kesetiaan kucing pada pemiliknya adalah keistimewaan, bukan kebiasaan. Artinya tidak banyak terjadi. Karena tidak banyak terjadi, maka banyak yang mengemasnya sebagai berita unik. Karakter kucing seperti ini cukup langka.

Kucing tergolong makhluk yang lucu, menggemaskan, dan mengundang belas-kasih bagi para pecintanya. Karena itu meskipun kucing memiliki banyak sisi gelap, mereka tetap saja banyak disukai. Bahkan rasulullah Muhammad Saw-pun sangat menyayangi kucing.

Kucing termasuk hewan yang sangat dekat pada kehidupan manusia secara komunitas. Dengan kata lain, komunitas kucing dan komunitas manusia sering ditemukan berada pada wilayah yang berdekatan atau bahkan sama. Selain kedekatan secara komunitas, maka kitapun bisa meninjaunya dari kedekatan individu. Oh ya, dalam bahasa biologi, seekor kucingpun termasuk individu. Jadi istilah individu bukan hanya disematkan pada manusia.

Berdasarkan kedekatannya kepada manusia, kita mengenal empat karakter kucing. Keempat karakter tersebut adalah :

Karakter Kucing yang Pertama

Kita mengenal karakter kucing yang mau dekat kepada manusia manapun tanpa kecuali. Ciri-cirinya mudah dikenali yaitu bilamana si kucing tetap diam di tempatnya ketika siapapun mendekatinya. Saking dekatnya kepada manusia, ia tidak akan mudah pergi bila sekedar diusir oleh teriakan "Hus... hus...!"

Termasuk sangat mudah menemukan karakter kucing yang seperti ini. Dan cukup berbahaya bagi si kucing bila manusia yang mendekatinya itu memiliki niat tidak baik.

Dalam beberapa kasus pencurian kucing, meskipun kelak si kucing diperlakukan dengan baik oleh si pencuri, maka tentulah merugikan bagi pemiliknya. Terlebih bila yang dicuri adalah kucing ras yang mahal.

Karakter Kucing yang Kedua

Yang kedua adalah karakter kucing yang dekat hampir kepada semua orang. Dan hanya kepada orang-orang tertentu saja ia terkesan menghindar atau takut. Agak sulit memahami mengapa sang kucing bersikap seperti itu.

Untuk karakter kucing yang kedua ini, sebagian orang menghubung-hubungkannya dengan faktor mistis seperti si manusia tersebut memasang susuk, memelihara makhluk halus, menganut pesugihan, dan sebangsanya. Terlepas dari itu, penulis sendiri memang pernah menemukan karakter kucing yang seperti itu. Ia takut kepada beberapa orang yang pernah mendekatinya. Padahal mereka hendak memberinya makanan.

Meskipun ada, tapi tentunya jarang sekali kita menemukan kucing dengan karakter seperti dijelaskan di atas.

Karakter Kucing yang Ketiga

Untuk karakter kucing yang satu ini cukup mudah dijumpai. Yaitu kucing-kucing yang hanya mau dekat pada manusia-manusia tertentu. Bahkan tidak sedikit yang hanya mau dekat dengan satu orang saja. Dan penulis memiliki kucing seperti itu.

Yang dijadikan foto pada artikel ini adalah foto seekor anak kucing berumur tiga bulan. Ia hanya mau didekati, dibelai, bahkan digendong oleh penulis. Kepada orang lain ia takut. Tidak jarang ia berontak dari gendongan penulis saat ada orang lain yang mendekat.

Kucing jenis ini berlaku demikian karena ketika berusia di bawah sebulan hanya mengenal satu orang yang sering berinteraksi fisik dengan mereka. Rekaman itu melekat kuat pada ingatannya bahkan sampai mereka besar kelak.

Bila seekor kucing sejak kecil hanya mengenal sebuah keluarga manusia, maka kemungkinan besar ia hanya mau jinak pada anggota keluarga tersebut. Kepada tamu yang sesekali datang ia akan menghindar atau takut. Keuntungan memiliki jenis karakter kucing seperti ini adalah tidak mudah dicuri dengan cara halus.

Karakter Kucing yang Keempat

Adalah jenis kucing yang takut pada semua manusia. Sangat mudah pula ditemukan seperti halnya pada kucing di karakter yang pertama. Kucing-kucing tersebut bertabiat demikian karena hingga usia satu bulan tidak ada seorangpun manusia yang mau mendekati mereka.

Selain kucing liar yang ada di sekitar manusia, maka karakter kucing hutan pastilah termasuk jenis yang takut atau menghindar pada semua manusia.

Demikianlah artikel dari Situskita yang berjudul Mengenal Berbagai Karakter Kucing, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.

Lucky Bachtiar

Seorang blogger pemula yang tidak lagi muda