Senin, 27 Mei 2019

Kiat Memilih Huruf atau Font untuk Blog


Kiat Memilih Huruf atau Font untuk Blog - Huruf atau font adalah salah-satu unsur yang sangat penting dalam suatu blog atau website, tidak ada bedanya dengan pentingnya unsur huruf atau font ini untuk buku. Dengan posisinya yang sangat penting, maka praktek memilih huruf atau font adalah krusial.

Entah berapa banyak ragam yang ada sekarang jika kita ingin memilih huruf, baik yang bersifat gratis atau berbayar. Di antara yang gratis adalah yang diproduksi oleh Google, adapun yang berbayar di antaranya diproduksi oleh Microsoft.

Font-font yang diproduksi, atau di-bundling oleh Microsoft adalah berbayar, include dengan harga lisensi yang dibayar oleh konsumen. Jadi pada saat anda mengetikkan atau memilih huruf Arial misalya, anda sedang menggunakan font berbayar.

Untuk font-font gratis, di antaranya kita mengenal Roboto, Oswald, dan Fjalla One. Kualitas font-font gratis ini tidak kalah oleh yang berbayar, bahkan Roboto digunakan sebagai font standar untuk Android. Jadi bila anda sedang membaca-baca di smartphone, maka secara bawaan font yang digunakan adalah Roboto.

Secara kualitas, antara font berbayar dan font gratisan sungguh bersaing ketat, dengan demikian bila kita ingin memilih huruf di antara yang gratisan atau yang berbayar, faktor kualitas tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya bahan pertimbangan. Lalu hal apa saja yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan dalam memilih huruf? Mari kita bahas.

Pertimbangan Kecepatan Render


Secara umum kita menggunakan PC yang berbasis Microsoft Windows dengan minimal terinstal aplikasi Microsoft Office. Dengan resource seperti ini, font-font seperti Calibri, Tahoma, Arial, dan Georgia misalnya, sudah langsung terinstal. Adapun font seperti Roboto dan Noto tidak langsung terinstal.

Untuk font-font yang tidak terinstal di PC, kita bisa memperolehnya dengan merendernya secara online atau yang biasa disebut webfont.

Dibutuhkan sejumlah waktu untuk menampilkan huruf pada suatu blog yang kita kenal sebagai proses render tersebut di atas. Ketika kita memilih huruf yang terinstal di lokal komputer, maka proses render akan jauh lebih cepat dibanding menggunakan font yang diambil secara online.

Akan ada perbedaan kecepatan blog yang cukup signifikan ketika kita memilih huruf yang di-load dari pc lokal dibanding dari eksternal (online, webfont). Dampaknya akan makin terasa bagi yang memakai internet dengan kecepatan rendah.

Pertimbangan Selera


Berbicara soal selera, termasuk dalam memilih huruf atau font, tentu tidak akan ada batasnya terkecuali jika kita mampu membatasi diri. Faktor selera pada umumnya lebih melahirkan keinginan dibanding kebutuhan. Misalnya saja kita sangat berselera untuk menggunakan webfont karena model font-nya lebih beragam, padahal dari sisi kebutuhan kita tidak membutuhkan itu. karena yang jauh lebih dibutuhkan adalah kecepatan akses blog.

Ketika anda sibuk memilih huruf yang anda sukai untuk website atau blog, belum tentu pembaca blog anda menyukai model font tsb, padahal menyenangkan pembaca adalah kewajiban jika ingin blog anda ramai pengunjung.

Sangat penting untuk digarisbawahi bahwa suatu blog atau website dibuat bukan hanya untuk menyenangkan pembuatnya tetapi juga menyenangkan pembaca. Bagi sebagian blogger atau webmaster, kegiatan memilih huruf adalah kesenangan tersendiri.

Rekomendasi


Dengan berbagai fakta serta pertimbangan sebagaimana tersebut di atas, maka Situskita merekomendasikan agar kita memilih huruf yang secara default sudah terinstal di pc lokal.

Untuk general font, kita bisa menggunakan Arial Unicode MS. Jenis font yang satu ini memiliki visualisasi yang sangat baik dengan jarak antar baris yang proporsional. Cara menambahkan pada css adalah seperti ini :

html, body {font-family: "Arial Unicode MS", sans-serif; font-size:16px;}

Lalu untuk heading dan title kita bisa memilih huruf Franklin Gothic Medium Cond. Font ini memiliki karakter seperti Oswald atau Fjalla One, yaitu memiliki model yang ramping. Cara menambahkannya pada css adalah sebagai berikut:

h1, h2, h3, h4, h5, h6 {font-family: "Franklin Gothic Medium Cond", sans-serif;}

Prinsip dari rekomendasi memilih huruf ini sebenarnya menyangkut tiga aspek yaitu :
  1. Memilih huruf yang berasal dari komputer lokal karena lebih cepat dirender.
  2. Font-font dengan proporsi atau model normal digunakan untuk konten. Contoh font-nya adalah Calibri, Arial, Tahoma, dan Verdana.
  3. Font-font dengan model narrow atau condensed digunakan untuk judul dan atau heading. Contoh font-nya adalah Arial Narrow, Franklin Gothic, dan Bodoni.
Di tengah fakta bahwa unsur kecepatan akses suatu blog atau website menjadi salah-satu hal yang sangat penting, maka merekomendasikan cara memilih huruf atau font adalah relevan. 

Demikianlah artikel dari Situskita yang berjudul Kiat Memilih Huruf atau Font untuk Blog, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.

Lucky Bachtiar

Seorang blogger pemula yang tidak lagi muda