Sabtu, 11 Mei 2019

Romantika Ramadhan sang Bulan Mulia


Ramadhan sang Bulan Mulia - Saat artikel ini ditulis, Ramadhan 1440H telah menyelesaikan hari ke-5. Suasananya tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penuh romantika khas Ramadhan.

Pada dasarnya Ramadhan memang bulan mulia yang memiliki sedemikian banyak keunggulan dibanding bulan-bulan lainnya, dan secara terminologi sering disebut sebagai keutamaan Ramadhan.

Tentang apa saja keutamaan Ramadhan telah banyak dibahas oleh pihak lain, oleh karena itu penulis mencoba membahas sisi lain yang berkaitan dengan romantikanya, terutama romantika yang umum ditemukan di sekitar kita, atau bahkan kita sendiri adalah pelakunya.

Meskipun secara ajaran telah ditetapkan bahwa Ramadhan adalah bulan mulia, tetapi di tataran pelaksanaannya tidak sedikit yang justru melakukan praktek-praktek tidak mulia.

Praktek-praktek tidak mulia atau tidak baik tersebut tentu saja tidak akan mengubah status Ramadhan sebagai bulan mulia melainkan jadi noda bagi pelakunya.

Kriminalitas Cenderung Meningkat


Selain praktek-praktek yang mengarah pada peningkatan intensitas ibadah ritual, di bulan Ramadhan juga kerap terjadi peningkatan angka kriminalitas, misalnya pencurian.

Selain pencuri yang memang telah malang melintang sebelumnya, di bulan Ramadhan juga kerap muncul pencuri musiman. Salah-satu penyebabnya adalah tekanan ekonomi.

Andaikata Ramadhan disikapi secara logis berdasarkan tuntunan syar'i, maka tidak semestinya terjadi peningkatan kebutuhan ekonomi yang akhirnya menjadi tekanan bagi yang kurang mampu.

Ketika di bulan Ramadhan terjadi tradisi pesta kuliner yang berdurasi sebulan, maka tidak akan terhindarkan adanya tuntutan untuk memiliki uang lebih dibanding hari biasa.

Jika dalam kesehariannya di hari-hari biasa tidak perlu ada kolak di rumah tangga, maka saat Ramadhan seakan menjadi keharusan. Dan ini tentu membutuhkan tambahan anggaran keluarga.

Demikianlah artikel dari Situskita yang berjudul Romantika Ramadhan sang Bulan Mulia, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.

Lucky Bachtiar

Seorang blogger pemula yang tidak lagi muda